“JEJAK ISLAM” TVRI Kunjungi Situs Bersejarah Masjid Jami’ Kajen

Lingkungan News Pemerintahan Potensi Desa Seni dan Kebudayaan Tokoh Masyarakat

Kajen-Ahad,(4/1) Pimpinan Ranting IPNU Desa Kajen berkolaborasi dengan Kajen Heritage Trail, Islamic Center Kajen, dan KPI IPMAFA bersama-sama mengawal kedatangan crew dari TVRI Jawa Tengah. Maksud kedatangan tim dari stasiun televisi pertama milik Pemerintah Republik Indonesia ini adalah ingin menguak sejarah dari Masjid Jami’ Kajen, yang sudah menjadi tempat Syiar Islam lebih dari tiga abad lamanya. Sesuai dengan konten yang diangkat, yakni menjelaskan akan sejarah perjuangan dan dakwah para ulama yang ada di daerah nusantara bahkan sampai ke pelosok.

Liputan ini dimulai pada pagi hari, dengan tujuan utamanya yaitu Masjid Jami’ Kajen. Dengan membawa rombongan satu mobil Elf lengkap dengan peralatannya, shooting dimulai. Mohammad Zuli Rizal selaku Founder dan CEO Jelajah Pusaka Kajen memandu dengan semangat Mbak Irin selaku host acara “Jejak Islam” seraya memberikan informasi yang dibutuhkan. Gaet yang juga penulis buku Infografis Masjid Kajen terbitan Perpustakaan Mutamakkin ini dengan suaranya yang khas menjelaskan makna filosofis yang terkandung dalam ornamen simbolik Masjid. Mulai dari pemaknaan Kuntul Nucuk Mbulan dan Naga Aji Saka yang ada di Mimbar Masjid, Kaligrafi yang terdapat dalam Papan Imaman, hingga dauroh dzikir yang ada di langit-langit masjid. Tak lupa, bedug dan sumur yang sudah ada sejak awal didirikannya masjid oleh Syaikh Ahmad Mutamakkin juga ikut masuk sorotan kamera dan dituturkan oleh Mas Zuli (sapaan akrab Mohammad Zuli Rizal).

Pengambilan gambar di Masjid Jami’ Kajen ditutup dengan adegan para santri yang sedang mendengarkan pengajian yang diampu oleh Mas Zuli. Disinilah rekan IPNU KAJEN ikut memerankan menjadi santri yang sedang seksama mendengarkan penuturan. Mas Zuli menjelaskan, bahwasanya peninggalan-peningalan ini adalah wasiat bagi kita semuanya untuk meneruskan perjuangan beliau. Supaya senantiasa mencari ilmu setinggi-tingginya, agar dapat mencapai derajat yang paling tinggi dari manusia yaitu Insan Kamil.

Tempat yang kedua adalah kediaman KH. Masyfu’ Duri. Kiai yang merupakan dzuriyah (keturunan) Syaikh Ahmad Mutamakkin dari Bani Nawawi ini menjadi narasumber “Jejak Islam” TVRI. Beliau menyampaikan kepingian cerita sejarah Syaikh Ahmad Mutamakkin dan apa-apa yang ditanyakan oleh host dalam sudut pandang sesepuh. Ditengah-tengah wawancara, banyak para santri yang berdatangan. Karena merasa penasaran dan ingin mencari tahu apa yang sedang berlangsung.

Tempat yang terakhir adalah kompleks makam Syaikh Ahmad Mutamakkin, yang berada tidak jauh dari Masjid Jami’ Kajen. Tempat yang digandrungi oleh Masyarakat Kajen ini menjadi sebuah kiblat spiritual dan sekaligus kebanggan. Karena desa Kajen menjadi persinggahan terakhir bagi Syaikh Ahmad Mutamakkin. Setiap harinya ramai orang berdatangan, bersimpuh di depan makam. Banyak aktivitas spiritual yang di lakukan oleh para peziarah, ada yang mengaji al – Qur’an, membaca yasin dan tahlil, ada juga yang hanya sekedar wiridan, dan sebagian lain menghafal kitab babon Alfiyah Ibn Malik. Dengan menyorot semua suasana tersebut, lengkaplah sudah liputan “Jejak Islam” TVRI.

Berdasarkan kata Bapak Produser, video dokumenter profil dan sejarah Masjid Jami’ Kajen ini akan ditayangkan pada Jumat, 11 Januari 2019 pukul 03.40 WIB (menjelang subuh) di Chanel TVRI Nasional. Sangat terhormat bagi kami semua dapat andil bagian dalam rangka menyukseskan jalannya liputan ini. Dan benar, pengambilan shoot gambar, wawancara, semuanya dapat berjalan dengan baik. Meskipun sebelumnya tidak ada banyak persiapan yang dilakukan. Seperti latihan dan adanya script untuk acuan bicara, “full improvisasi on the spot !”, tulis Mas Zuli.
Mas Zuli, mewadahi semuanya dalam nuansa “Semoga kami mampu menjalankan ini semua dengan niyat bil
hidmah.”, kutip dari postingan Facebook Mohammad Zuli Rizal.

Oleh : Lembaga Pers & Jurnalistik IPNU KAJEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *